oleh

Dikonfirmasi Dugaan Pungli, Oknum Pj. Kades Cimanuk Usir Dan Ancam Wartawan

PESAWARAN (lampungbarometer.com): Oknum Pj. Kepala Desa (Kades) Cimanuk, Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Hartono usir dan ancam wartawan, Senin (3/12/2018). Kejadian bermula ketika wartawan Media Online lampungbarometer.com Deni Wijaya datang ke Balai Desa Cimanuk untuk kofirmasi terkait informasi masyarakat tentang adanya pungutan yang dilakukan aparatur Desa Cimanuk kepada warga dalam Program Nasional (Prona) Pengadaan Sertifikat Tanah oleh Pemerintah yang sebenarnya gratis. “Awalnya saya dapat informasi warga, mereka diminta membayar sejumlah dana (rekaman tersimpan di redaksi lampungbarometer.com) dalam Program Nasional sertifikat tanah. Sebagai wartawan saya mencoa untuk mengofirmasi kebenarannya dengan menemui Pj. Kepala Desa Bapak Hartono. Saya bicara baik-baik, tapi dia bersikap arogan, mengancam dan mengusir saya,” ujar Deni. Kepada Tim Redaksi lampungbarometer.com Deni menceritakan, dia datang meminta konfirmasi terkait informasi warga yang merasa keberatan dikenai pungutan, namun ternyata oknum Pj. Kepala Desa Cimanuk a Hartono marah dan bersikap arogan dengan mengancam dan mengusir wartawan. Berdasar rekaman percakapan yang ditunjukkan kepada tim redaksi, Hartono berdalih pungutan yang dilakukan digunakan untuk membeli metrai dan biaya pengukuran, padahal sampai hari ini pengukuran tanah belum dilakukan. “Anda dapat informasi dari siapa jika ada pungutan beri tahu saya. Ini memang program gratis, tapi metrai dan pengukuran kan bayar. Kalau tidak mau, ya sudah gak usah ikut. Ini kalau mau foto saya, silakan foto,” kata Hartono Arogan. Kepada Redaksi lampungbarometer.com Deni juga mengaku sempat terpancing emosi karena Hartono menumpahkan kekesalan padanya. “Kenapa bapak marah-marah dengan saya, saya hanya mau konfirmasi berita ini benar tidak. Saya kan datang dengan sopan dan baik-baik jadi jangan bapak tumpahkan kekesalan bapak dengan saya,” cerita Deni. Pemimpin Redaksi lampungbarometer.com Anton Kurniawan, M.M. sangat menyayangkan peristiwa oknum Pj. Kades yang mengancam dan mengusir wartawan, sebab Kades seharusnya menjadi teladan dan panutan masyarakat. “Saya sangat prihatin dan menyayangkan peristiwa ini. Sharusnya media dan desa bisa menjadi mitra. Kami sedang mempelajari kasus ini. Jika memang wartawan kami yang bersalah kami akan minta maaf, tapi jika ini murni sikap arogansi oknum Pj. Kades maka kita akan bawa persoalan ini ke ranah hukum. Sekaligus nanti kita minta aparatur berwenang untuk mengusut kasus Pungli yang diduga dilakukan oknum Kades ini,” kata Anton.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.