oleh

Desa Se-Lamtim Dituntut Inovatif

Desa Se-Lamtim Dituntut untuk Inovatif LAMPUNG TIMUR (lampungbarometer.com): Desa dituntut menganggarkan kegiatan yang inovatif dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2019. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Timur, Syahrulsyah, S.Pd., pada Bursa Inovasi Desa (BID) di Gedung Pusiban, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, beberapa waktu lalu (5/9/2018). “Seluruh desa di Lampung Timur harus bisa berinovasi, tidak monoton, dan memiliki kegiatan yang variatif sesuai potensi desa masing-masing, dari infrastruktur, SDM, ekonomi lokal, hingga kewirausahaan,” ujar Syahrulsyah tegas. Syahrulsyah juga menambahkan bahwa dia sangat mengapresiasi kinerja Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) yang bekerja keras melaksanakan tugasnya dalam membantu desa untuk mengembangkan inovasi dengan berbagai kegiatan seperti Bursa Inovasi Desa dan seterusnya. Acara BID dibuka Bupati Kabupaten Lampung Timur Chusnunia Chalim, Ph.D didampingi Sekretaris Daerah Syahrudin Putera, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya Bupati mengimbau agar seluruh kepala desa maksimalkan kegiatan BID ini sebagai sarana bertukar pikiran dan pulang membawa komitmen untuk diimplementasikan di desa. “Mari kita jadikan kegiatan inovasi desa sebagai sarana untuk ciptakan masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera. Silakan berkomitmen dan implementasikan,” ujar Bupati. Sementara Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Lampung Mashuri, menyatakan kegiatan Bursa Inovasi Desa di Lampung Timur Tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. “Bursa Inovasi Desa tahun ini lebih baik, tetapi itu tidak ada gunanya jika komitmen desa yang telah dipilih dalam bursa tidak dianggarkan dalam APBDes Tahun 2019 nanti. Ini tugas para pendamping juga, pendamping harus mengawal dan memastikan komitmen desa dalam bursa ini benar-benar dianggarkan dalam APBDes. Bursa adalah awal, bukan akhir dari tujuan program ini,” terang Mashuri. Di tempat terpisah, Koordinator Tenaga Ahli (Korta) Kabupaten Lampung Timur Yulius Swardana, S.T., didampingi salah satu Tim Inovasi Kabupaten (TIK), Eka Pariyanti, SE, kepada lampungbarometer.com menjelaskan untuk mewujudkan desa yang inovatif maka diluncurkan Program Inovasi Desa ( PID) dengan TPID yang telah dibentuk di semua kecamatan. “Salah satu kegiatan dari TPID adalah Bursa Inovasi Desa atau disingkat BID yang dihadiri Sesuai utusan desa Se-Kabupaten Lampung Timur, 264 desa dari 24 kecamatan. Utusan masing-masing desa terdiri dari kepala desa, BPD, dan wakil perempuan atau tokoh masyarakat. Total jumlah peserta BID yang berasal dari desa sebanyak 792 orang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.