oleh

Dendi Ramadhona, Bupati yang Merakyat dan Selalu Siap Mendengar Aspirasi Masyarakat

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona dikenal dekat dengan warganya. Di sela-sela kesibukannya sebagai Bupati, dia selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi dan mendengarkan keluhan masyarakat Pesawaran secara langsung, di kantor atau ketika melakukan kunjungan. Di bawah kepemimpinannya, Kantor Bupati Pesawaran seperti menjadi rumah bagi semua kalangan, jauh dari kesan angker dan eksklusif. Sebab dia selalu siap dan terbuka menerima semua tamu yang akan menghadap; tanpa memandang kelas dan status sosial. Terbukti, pada hari-hari tertentu dia siapkan waktu khusus untuk menerima tamu, sehingga ruang tunggu dan lobby Kantor Bupati terlihat penuh dan ramai; masyarakat jelata, aparatur desa, penggiat LSM, wartawan, pejabat dinas hingga menteri dan tamu kenegaraan. Semua diberi waktu dan diterima dengan baik. “Pesawaran ini adalah milik kita semua, karena itu kita harus jaga dan bangun bersama-sama, tidak bisa saya sendiri,” ujar Bupati, saat ditemui di kantornya baru-baru ini. Bupati yang pernah menjadi anggota legislatif ini juga selalu bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat di luar kantor. Misalnya di sela-sela kunjungan ke suatu wilayah atau saat meresmikan kegiatan atau acara lain. Tak jarang dia melayani warga yang ingin foto bersama, tanpa rasa sungkan. Selain dikenal dekat dengan masyarakat, Bupati Dendi juga, selalu hati-hati dalam mengambil keputusan. Langkah yang diambil selalu penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang sehingga tidak menabrak aturan. Dalam beberapa peristiwa terkait kepala desa misalnya, ketika masyarakat memintanya untuk memberhentikan salah satu kades, dia tidak serta-merta mengambil keputusan dengan gegabah. Namun menunggu keputusan hukum yang dikeluarkan oleh aparat yang berwenang. Setelah itu Sang Bupati pun mengambil langkah tegas. “Kita tidak bisa menegakkan atran dengan menabrak aturan. Kita tunggu keputusan aparatur hukum. Jangan sampai kita mengambil langkah yang melanggar ketentuan hukum,” katanya ketika itu. Keputusan yang sangat bijak. Kini Sang Bupati tengah bersiap menghadapi Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 2020 mendatang. (Catatan Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.