oleh

Ciptakan Peserta Didik Berilmu dan Berkarakter Religius, SMAN 9 Bandar Lampung Gelar Pesantren Ramadhan

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Untuk membentuk siswa berkarakter religius, berilmu serta berpendirian teguh, SMAN 9 Bandar Lampung menggelar Pesantren Ramadhan dengan Tema Meneguhkan Iman Menambah Ilmu Serta Melakukan Amal Soleh, dia Gedung Aula sekolah tersebut, Kamis (16/5/2019). Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pesantren Ramadhan SMAN 9 Bandar Lampung Tahun 2019 Sabikis, S.Pd.I mengatakan dengan Pesantren Ramadhan ini diharapkan peserta didik menjadi pribadi yang berilmu dan berkarakter baik. Guru Pendidikan Agama Islam ini mengatakan istilah Pesantren Ramadhan baru digunakan pada kegiatan pesantren tahun ini, sebelumnya kegiatan ini dinamakan Pesantren Kilat. Perubahan nama ini, kata dia, dengan harapan agar ilmu yang didapat peserta didik dalam kegiatan ini bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari setelah Bulan Ramadhan untuk jangka waktu yang lama. “Kalau pesantren kilat kesannya serbacepat, seperti kilat. Nah, kita tidak ingin terjebak dengan istilah ini. Pesantren Ramadhan adalah bagaimana kita memaknai dan mengisi bulan suci ini dengan amaliah yang baik. Kami ingin peserta didik betul-betul menerapkan ilmu yang mereka dapat dalam kegiatan ini untuk jangka waktu yang lama hingga setelah Ramadan selesai. Bukan begitu selesai Ramadan, ilmunya juga hilang,” katanya. Sabikis juga menjelaskan peserta kegiatan ini adalah siswa Kelas X sebanyak 365 orang, guru dan Tim Pengembang Karakter Religius (PKR) SMAN 9 Bandar Lampung. Untuk kelas XI, lanjut dia, hanya yang terlibat di kepengurusan ROHIS. Kepada lampungbarometer.id dia menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan ini adalah agar setelah Bulan Ramadhan siswa memiliki prinsip dalam hal ibadah. Salah satu materi yang diberikan adalah praktek cara berwudhu dan melaksanakan salat. “Semoga dengan kegiatan ini, peserta didik nantinya mempunyai prinsip tentang bagaimana cara berwudhu dan salat yang benar. Sebab, banyak sekali khilafiyah atau pemahaman yang berbeda-beda,” ujarnya. Dia juga mengungkapkan rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan kegiatan Buka Bersama yang akan digelar pada Sabtu (18/5/2019) mendatang dengan melibatkan siswa, guru, dan komite sekolah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.