oleh

Catat! Tanggal 23 Februari Divisi Tari UKMBS Unila Akan Pentaskan ‘VOICE OF BEDANA’, Nonton Yuk

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Hujan Hijau Dance-Lab akan menyelenggarakan Pementasan Tari (Presentasi 1) bertajuk “VOICE OF BEDANA” di Gedung Graha Mahasiswa Unila Lt. 1, Sabtu (23/2/2019). Ketua UKMBS Unila Novian Pratama kepada lampungbarometer.id mengatakan saat ini Divisi UKMBS Unila bersama Choreographer and Artistic Director dari Hujan Hijau Dance Lab, Kiki Rahmantika memiliki beberapa project tari tradisi Lampung yang digarap secara kontemporer. “Project ini dalam rangka mengangkat seni tari tradisi Lampung agar dapat dikembangkan tanpa harus meninggalkan keasliannya. ‘VOICE OF BEDANA’ adalah salah satunya,” ujar Novian Pratama. Sementara itu Ketua Divisi Tari Hujan Purnama UKMBS Unila Amaliya Sabana mengatakan “VOICE OF BEDANA merupakan karya tari yang berangkat dari hasil dekonstruksi Tari Bedana lama yang bersentuhan dengan etnis Arab Melayu dan Tari Bedana baru yang saat ini telah banyak macam dan kreasinya. Amaliya juga menyampaikan, sejarah Tari Bedana dimulai dari etnis Melayu Arab yang tinggal di Lampung. Tari Bedana, kata dia, digunakan sebagai hiburan atau perayaan hatam Quran, khitanan dan pesta perkawinan. “Tari Bedana awalnya hanya boleh ditarikan laki-laki secara berpasang-pasangan, karena pada masa itu perempuan tidak boleh dipertontonkan di khalayak ramai. Namun seiring perkembangan zaman, perempuan mulai boleh menari Tari Bedana. Pasangan yang semula sesama (laki-laki) berkembang menjadi laki-laki dan perempuan,” kata Amaliya. Lebih lanjut Amaliya menjelaskan “VOICE OF BEDANA” menawarkan dekonstruksi tubuh-tubuh Bedana lama dan Bedana baru, serta mempertanyakan definisi pergaulan era modern saat ini. Pergaulan yang saat itu hanya dilakukan sesama laki-laki dalam setiap perayaan, kini dapat dilakukan laki-laki dan perempuan. Koreografer mencoba mencari kemungkinan lain dari makna pergaulan dan keberagaman tersebut dari oposisi gender, tempat, dan waktu. Kemungkinan dari pergaulan dan keberagaman direlevansikan dengan isu-isu yang terjadi saat ini (secara tidak langsung). Selain itu, karya tari ini juga ingin menawarkan sisi fleksibelitas tari tradisi Lampung yang semakin berkembang. Seiring perkembangan zaman, tubuh Bedana juga berkembang dari tubuh perayaan lama dan tubuh perayaan baru, tubuh pergaulan lama dan tubuh pergaulan baru. Oleh sebab itu, banyak hasil dekonstruksi gerak Bedana yang bentuknya di luar kebiasaan Tari Bedana pada umumnya. Sedangkan sang koreografer Kiki Rahmantika, adalah alumnus UKMBS Unila Angkatan Tahun 2005, kemudian melanjutkan S-2 Pendidikan Seni Tari di ISI Jogja (2014-2016). Sebagai koreografer dia telah memproduksi karya tari sebanyak 9 pementasan dari Tahun 2010–2018 yang dipentaskan di Asia Tri (Indonesia, Jepang ,Korea), ArtJog, Hibah Djarum Foundation dan beberapa panggung lainnya, baik nasional dan internasional. Selain berkarya, koreografer yang kerap disapa Kiram ini juga aktif di berbagai konferensi internasional sebagai pembicara antara lain International Conference Asia Pacific for Art Studies (ICAPAS), International Conference Performing Arts (ICPA), International Conference on New Findings on Humanities and Social Sciences (Brussels, Belgium, September 2018). Kemudian International Conference on Social Science, Humanities and Education (Germany, December 2018) dan beberapa konferensi International di Malaysia dan Thailand. Beberapa hasil risetnya juga telah dipublikasikan di beberapa jurnal international, antara lain: International Journal Creative of Arts Studies (IJCAS), Social Science and Humanities Journal (SSHJ), Indian Journal of Applied Research (IJAR) dan beberapa jurmal lainnya seperti Invensi dan Harmoni. “VOICE OF BEDANA sangat ‘recomended’ untuk ditonton karena dapat memberikan pengalaman emosi dan artistik yang bagus. Jangan lupa saksikan pada Hari Sabtu (23/2/2019), Pukul 19.30 WIB di Graha Kemahasiswaan Lt. 1 Unila. Juga akan tampil di Kota Metro pada 3 Maret 2019 mendatang. Jangan lupa catat tanggalnya biar nggak kelewatan,” kata Amaliya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.