oleh

Biarkan Debt Collector Bawa Kabur Kendaraan Nasabah, Perusahaan Leasing MAF Kangkangi Peraturan

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Perusahaan Pembiayaan (leasing) Mega Auto Finance (MAF) terindikasi kangkangi Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tentang PMK No. 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia bagi Perusahaan Pembiayaan. Permenkeu ini menyebutkan perusahaan leasing dilarang menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan. Hal tersebut di sampaikan Pengacara Gindha Ansori Wayka. Menurut Gindha Ansori, MAF telah dengan sengaja membiarkan debt collector membawa kabur kendaraan nasabah. “Itu jelas, mereka sengaja membiarkan kendaraan ditarik paksa, padahal mereka tahu itu melanggar aturan,”€ katanya kepada wartawan, Kamis (20/6). Pengacara yang juga Ketua Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) ini mengatakan, menurut Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, hak eksekusi adalah kewenangan pengadilan, bukan kewenangan penjual jasa penagih hutang yang kerap disewa pihak leasing. “Jadi leasing dan debt collector tidak punya hak untuk menarik kendaraan tanpa putusan dari pengadilan. Mereka pasti sudah mengetahui aturan tersebut, tapi mereka dengan sengaja melakukan. Apalagi mereka tidak memberikan surat penarikan kendaraan,” katanya. Sementara itu Kepala Cabang MAF Bandar Lampung Ahmad Dimyati saat dikonfirmasi terkait pembiaran karyawan MAF terhadap penarikan secara paksa kendaraan milik salah satu konsumen MAF, dia mengatakan pihaknya menunggu hasil dari kepolisian. “Kalau soal itu saya tidak bisa berkomentar, saya menunggu saja hasil dari kepolisian. Biar polisi yang membuktikan kebenarannya,” kata Ahmad Dimyati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.