oleh

Baru Setahun Dibangun Talut Dan Pos Ronda Rusak Parah, DD Desa Batu Raja Terindikasi Bermasalah

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Dana Desa (DD) Desa Batu Raja, Kecamatan Way Lima terindikasi bermasalah dan terjadi penyimpangan. Indikasi penyimpangan ini terlihat salah satunya pembuatan Pos Ronda dan talut penahan air di Dusun 4 yang diduga tidak sesuai standar dan asal-asalan. Sebab belum genap satu tahun dibangun, Pos Ronda dan talut yang dibangun dengan biaya hampir Rp100 juta itu sudah ‘hancur’ dan sangat mengkhawatirkan serta tidak bisa digunakan. Salah satu warga yang meminta namanya tidak ditulis, menjelaskan bangunan tersebut memang sempat dihantam banjir. Namun, dia mengungkapkan banjir bukanlah penyebab kerusakan bangunan yang baru setahun dibangun itu. “Bangunan pos ronda dan talut itu memang pernah kena banjir, tapi bukan banjir yang membuat rusaknya talut dan hancurnya pos ronda itu. Hancurnya bangunan itu karena memang pembangunannya tidak maksimal dan dikerjakan asal jadi. Bahkan dasar talut itu tidak digali dan tidak menggunakan cakar ayam jadi wajar kalau kualitasnya buruk dan mudah hancur,” ungkapnya. Berdasar pantauan lampungbarometer.id memang kondisi talut sangat memprihatinkan. sementara itu, tampak tiang penyangga pos ronda tersebut sudah hancur. Selain tiang penyangga, beberapa bagian juga sudah rusak parah. Kondisi Pos Ronda ini sangat disayangkan oleh masyarakat Dusun 4 karena jauh dari harapan untuk memiliki Pos Ronda yang nyaman. Sementara talut penahan air sepanjang 65 meter yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2018 kondisinya juga rusak parah dan sangat memprihatinkan. Kondisi ini diduga juga disebabkan karena bangunan ini dibangun asal jadi dan tidak sesuai standar demi mengeruk keuntungan pribadi. Lebih lanjut dia juga mengungkapkan kekecewaan warga Desa Batu Raja dengan Kepala Desa Amrulloh yang menyerahkan pengerjaannya kepada pemborong tanpa melibatkan warga. “Warga kecewa karena Kades menyerahkan pengerjaan talut dan pos ronda itu kepada pemborong. Padahal seharusnya Kades mengutamakan warga dalam pengerjaan pembangunan di desa yang dibiayai Dana Desa,” kata sumber tersebut. “Kalau pengerjaannya melibatkan warga jelas pengawasannya akan lebih mudah dan kualitasnya lebih baik. Kalau sudah begini sia-sia, yang rugi kita semua. Kami sangat menyayangkan hal ini, padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit,” katanya. Guna mencari informasi lebih lanjut serta konfirmasi kepala desa, lampungbarometer.id sempat mendatangi kantor desa, Kamis (16/5/2019) sekitar jam 10.20 WIB. Namun Kepala Desa Batu Raja Amrulloh sedang tidak berada di kantornya. Menurut salah satu petugas operator yang sempat ditemui di kantor desa, Kades belum datang. Petugas tersebut juga tidak bisa memberikan informasi terkait kapan Kades akan datang. “Maaf pak, Pak Kades belum datang tapi saya juga tidak bisa memasrikan kapan datangnya,” kata operator desa tersebut. Menyikapi hal ini, diharapkan Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pesawaran segera memanggil Kades Batu Raja untuk mengevaluasi kineejanya. Jika benar terjadi pelanggaran maka harus diberi sanksi dan teguran keras.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.