oleh

Alumni PSBR Raden Intan Berbagi Kisah Sukses dalam Momen Temu Kangen Dan Buka Bersama

Temu Kangen dan Buka Bersama Alumni PSBR Raden Intan Lampung Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Radin Intan” merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sosial Provinsi Lampung yang menangani remaja putus sekolah dari keluarga miskin/terlantar. Jumlah kelayan/siswa pada setiap tahunnya sebanyak 60 orang. Sistem pengasuhannya menggunakan sistem asuhan keluarga (Cottage System), dimana kelayan ditempatkan dalam satu rumah asuh yang terdiri dari orangtua asuh dan anak-anaknya. Mereka membaur sebagaimana layaknya anak dengan orangtuanya sendiri. Hal ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan fisik, mental dan social kelayan sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara wajar sebagaimana layaknya remaja dalam sebuah keluarga. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung (27/05/2018) saat menghadiri reuni/temu kangen dan buka bersama kelayan PSBR Raden Intan di Bandar Lampung. “Pemilihan waktu reuni di bulan romadhon adalah pilihan yang cerdas; mengingat dibulan ini adalah bulan yang penuh ampunan dan juga ganjaran yang luar biasa. Peserta reuni pada umumnya pernah berteman dalam waktu yang cukup lama sehingga tentu saja diantara mereka banyak kesalahan baik disengaja atau tidak disengaja” katanya Temu kangen dan buka bersama yang sangat sederhana namun memiliki makna yang luar biasa ini dihadiri sekitar 275 orang dari angkatan tahun 2013 sd 2017 dan kelayan yang masih menyelesaikan bimbingan sosial dan ketrampilan. Terungkap disela-sela temu kangen bahwa alumni PSBR Raden Intan sebagian besar mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusan/ketrampilannya atau berusaha secara mandiri. Sebagai contoh Laila Qoirotun jurusan tatarias angkatan 2015 dari Kabupaten Way Kanan mengungkapkan bahwa dengan hanya jebolan klas 2 SLTA di Baradatu tentu menurutnya tidak dapat bekerja atau usaha sendiri. “Pada tahun 2014 setelah orang tua memutuskan tidak dapat melanjutkan sekolah lagi karena tidak mampu membiayainya; kami diterima mengikuti bimbingan di PSBR ini” kata Laila panggilan akrapnya. Selanjutnya dikatakan pada tahun 2015 setelah selesai; saya menjadi karyawan salon di daerah Bukit Kemuning; pertengahan tahun 2017 dengan bermodalkan pas-pasan memberanikan diri membuka salon sendiri di Baradatu. Gadis cantik dan periang ini mengungkapkan bahwa sebelum bulan romadhon kemarin banyak dipanggil untuk merias pengantin. “Kalau musim hajatan kemarin hampir gak pernah istirahat, setiap hari sudah teragendakan untuk merias. Makanya bisa hadir direuni ini” selorohnya Lain lagi dengan Abdul Muin alumni tahun 2013 yang membuka usaha service AC panggilan yang mengaku penghasilannya dirasa “cukup” (versi Muin) untuk membiayai istri dan seorang anak. Setelah menamatkan di PSBR; dengan bermodalkan selembar “Surat Keterangan” dari Dinas Sosial Muin menjadi buruh ditempat service AC di Tangerang. Selama 2 tahun menjadi buruh; Muin memutuskan untuk kembali ke Bandar Lampung dan membuka usaha sendiri. “Alhamdulilah sudah banyak Instansi pemerintah, perumahan maupun pengusaha yang telah berlangganan. Sehingga sekarang sudah dibantu oleh 5 orang karyawan” kata Muin mengakhiri pembicaraannya.(Ppid-Dinsos).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.