oleh

75 Warga Lampung Meninggal Akibat Tsunami

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyampaikan 75 orang warga Provinsi Lampung meninggal akibat tsunami yang melanda Banten dan Pesisir Lampung, Sabtu (22/12/2018) lalu. Berdasarkan data Polda Lampung, dari jumlah tersebut, sebanyak 14 korban belum teridentifikasi. “Sebanyak 3 orang dari Dusun Kunjir, 4 orang Dusun Laguna, 2 orang Dusun Jondong, dan 4 orang Dusun Dermaga Bom,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Polisi Sulistyaningsih, Senin (24/12/2018). Sulis mengatakan sebanyak 61 korban yang telah teridentifikasi di antaranya warga Kecamatan Kalianda; Desa Way Muli, Desa Kunjir, Desa Terusan Nunyai, Desa Rajabasa, Desa Maja, Desa Banding, Desa Legundi, Desa Sukaraja, Tanggamus, Desa Way Muli Timur, dan Desa Merak Belantung. “Rata-rata korban berumur di atas 50 tahun. Untuk korban anak-anak di bawah 10 tahun sebanyak 9 orang,” kata Sulis. Adapun jumlah korban luka-luka, kata Sulis, mencapai 230 orang. Masing-masing terdata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar sebanyak 213 orang, Puskesmas Way Muli enam orang, Puskesmas Sukaraja enam orang, dan Puskesmas Banding lima orang. “Semua korban dirawat di masing-masing rumah sakit dan puskesmas,” kata dia. Sampai hari ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis data bahwa ada 281 korban meninggal, 1.061 luka, 57 hilang dan 11.687 orang mengungsi akibat tsunami Selat Sunda. Gelombang tsunami yang diakibatkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) itu melanda pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) malam lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.